Menteri Pertanian copot Mathur Riady

JAKARTA: Mentan Anton Apriyantono akhir pekan lalu mencopot Mathur Riady dari jabatannya sebagai Dirjen Peternakan Deptan karena kinerja yang kurang maksimal dan kini ditempatkan menjadi salah satu staf ahli menteri.
Perombakan yang mendadak itu sempat dikaitkan dengan berbagai permasalahan di sektor peternakan nasional a.l. ditemukan sejumlah kasus pemasukan produk impor ilegal tanpa penyelesaian, kenaikan biaya produksi peternakan, dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada pelaku usaha.
Namun ketika dimintai keterangannya kemarin, Mentan menegaskan pencopotan Mathur sebagai dirjen peternakan tidak mendadak karena sudah direncanakan dan melalui rekomendasi tim penilai akhir (TPA).
“Alasannya, tidak perform. Ini sudah lama direncanakan. Penggantinya juga sudah diajukan,” jawab mantan staf pengajar pada Departemen Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB.

Dia menyatakan siapa penggantinya yang menentukan TPA, yang diketuai presiden sehingga prosesnya memerlukan waktu. “Dari pengajuan yang dimintakan Deptan, belum ada persetujuan dari tim itu,” ujar mantan dosen tamu di National University of Singapore (NUS) pada program Food Science and Technology.
Namun, penggantian Mathur dilakukan tanpa ada desakan dari kalangan manapun. “Kinerja kurang maksimal, itu saja alasannya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Budiarto Soebijanto mempertanyakan pencopotan dirjen peternakan yang mendadak pada pekan lalu.
“Dicopot tanpa pengganti? Kalangan pengusaha tetap harus berjuang untuk menegakkan kebenaran dan terus mengupas penyelewengan yang selama ini terjadi di sektor peternakan.”
Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) Don Utoyo mengatakan sektor peternakan, khususnya perunggasan, memang tidak mudah.
Pemerintah, harusnya mempertimbangkan kebijakan yang berpihak pada sektor usaha ini dan tidak menerapkan peraturan yang membebani.
Memahami kondisi perunggasan di lapangan itu, kata dia, harus memperhitungkan banyak kepentingan karena misi sektor peternakan ini adalah untuk memproduksi daging dan telur ayam yang murah untuk kepentingan konsumen.
Oleh Aprika R. Hernanda

Bisnis Indonesia

URL : http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/agribisnis/1id23038.html

(c) Copyright 1996-2007 PT Jurnalindo Aksara Grafika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: